Skip to content
🇯🇵 Jepang Bahasa & Budaya

Itadakimasu: Apa yang Diucapkan Orang Jepang Sebelum Makan

Itadakimasu berarti 'saya menerima dengan rendah hati' — frasa yang diucapkan orang Jepang sebelum makan. Pelajari makna syukur di baliknya, cara mengucapkannya, dan pasangannya, gochisosama.

Diperbarui 17 Agt 2026 3 menit baca
Di halaman ini

I-ta-da-ki-ma-su (いただきます) adalah apa yang diucapkan orang Jepang tepat sebelum mereka makan — sebuah frasa singkat berisi rasa syukur yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "saya menerima dengan rendah hati." Frasa ini diucapkan di hampir setiap waktu makan, baik di rumah maupun di luar, dan berfungsi untuk berterima kasih kepada semua orang dan segala hal yang telah membawa makanan tersebut ke atas meja.

Tidak ada padanan kata yang sempurna dalam bahasa lain. Frasa ini sebagian merupakan doa makan, sebagian ucapan "terima kasih atas makanannya," sebagian pengakuan yang tenang — dan sepenuhnya otomatis bagi siapa saja yang tumbuh besar dengannya.

Apa arti sebenarnya dari i-ta-da-ki-ma-su

Kata ini berasal dari i-ta-da-ku (いただく), sebuah kata kerja santun (humble) yang berarti "menerima." Ucapkan sebelum makan dan Anda menerima makanan tersebut dengan penuh rasa syukur — tetapi rasa terima kasih ini menjangkau lebih luas daripada sekadar kepada sang juru masak. Kerendahan hati ini disengaja: i-ta-da-ku adalah kata kerja untuk menerima sesuatu dari seseorang yang memiliki kedudukan lebih tinggi, sehingga frasa ini secara halus menempatkan orang yang makan di bawah makanan tersebut, merasa bersyukur alih-alih merasa berhak.

Ucapan ini ditujukan kepada orang yang menyiapkan makanan, kepada para petani dan nelayan di balik bahan-bahannya, dan, dalam makna yang lebih tua yang berakar dari ajaran Buddha, kepada tanaman dan hewan yang telah memberikan nyawa mereka untuk makanan tersebut. Itulah mengapa frasa ini sering dijelaskan sebagai "terima kasih atas kehidupan yang saya terima."

Bagaimana dan kapan mengucapkannya

Ucapkan tepat sebelum suapan pertama Anda. Banyak orang menangkupkan kedua telapak tangan mereka dan memberikan anggukan kecil; banyak juga yang hanya mengucapkan kata tersebut. Keduanya normal — gerakan tersebut bersifat pribadi, bukan aturan baku. Anak-anak Jepang mempelajarinya sejak dini — seluruh kelas mengucapkan i-ta-da-ki-ma-su bersama-sama sebelum makan siang sekolah, dengan tangan yang ditangkupkan — itulah mengapa kebiasaan ini terbawa sangat dalam hingga dewasa.

Bahkan saat makan sendiri, orang-orang tetap menggumamkannya pelan karena murni kebiasaan. Ini adalah bentuk rasa syukur alih-alih ritual keagamaan, dan tidak ada yang akan menilai bagaimana cara Anda melakukannya.

いただきます

i-ta-da-ki-ma-su

Terima kasih atas makanan ini (sebelum makan)

ごちそうさまでした

go-chi-so-sa-ma de-shi-ta

Terima kasih, hidangan yang luar biasa (setelah makan)

Pasangannya: go-chi-so-sa-ma

Setiap i-ta-da-ki-ma-su memiliki pasangan penutup: go-chi-so-sa-ma de-shi-ta (ごちそうさまでした), yang diucapkan saat Anda selesai makan. Artinya kurang lebih "itu adalah sebuah hidangan yang luar biasa." Dalam situasi santai, Anda juga akan mendengarnya dipersingkat menjadi hanya go-chi-so-sa-ma, tanpa de-shi-ta — maknanya sama, hanya dalam ragam bahasa yang lebih santai.

Frasa ini juga membawa latar belakang cerita yang indah. Go-chi-so (ご馳走) berarti hidangan mewah atau pesta, dan pada intinya kata ini membangkitkan makna "berlari ke sana kemari" — kesibukan yang dahulu kala diperlukan untuk mengumpulkan dan menyiapkan makanan bagi seorang tamu. Ucapkan go-chi-so-sa-ma kepada staf saat Anda keluar dari restoran kecil dan Anda telah memberikan pujian yang tulus — nilainya lebih dari sekadar uang tip, yang memang tidak diharapkan di Jepang.

Haruskah turis mengucapkannya?

Anda tidak wajib mengucapkan kedua frasa tersebut, tetapi turis yang mengucapkannya akan disambut dengan kehangatan. Ucapan i-ta-da-ki-ma-su (いただきます) yang tenang sebelum Anda makan dan go-chi-so-sa-ma (ごちそうさま) saat Anda pergi menandakan bahwa Anda memahami tradisi tersebut — kesopanan kecil yang sangat diperhatikan dan dihargai oleh penduduk setempat.

Kedua frasa ini tidak berubah bentuk, sehingga menjadikannya salah satu hal paling mudah untuk diucapkan dengan benar dalam bahasa Jepang. Tidak ada volume suara yang salah juga — mengucapkan i-ta-da-ki-ma-su dengan lirih untuk diri sendiri sama bernilainya dengan satu meja penuh yang mengucapkannya bersama-sama. Ucapkan dengan lembut dan tulus, dan Anda akan membaur dengan baik di mana saja, mulai dari kedai ra-men hingga makan malam rumahan.

Terus belajar bahasa Jepang

Waktu makan adalah salah satu momen paling mudah untuk terdengar alami dalam bahasa Jepang, karena kata-katanya tidak pernah berubah. Pelajari frasa-frasa yang biasa digunakan di sekitarnya — memesan makanan, memuji koki, meminta bil pembayaran — dalam panduan gratis kami frasa makanan dan bersantap bahasa Jepang, dan lihat ritual lengkapnya dalam panduan memesan makanan kami, lengkap dengan audio dan latihan berbicara di aplikasi Pretalk.

Belajar Jepang dengan cara seru

Jadikan frasa ini kebiasaan lewat pelajaran singkat dan audio asli di Pretalk. Mulai gratis.

Bam si Beruang maskot