Apakah bahasa Thailand susah dipelajari? Jujur saja, keduanya benar. Bahasa Thailand menyuguhkan dua tantangan nyata bagi pemula — lima nada suara dan aksara asing yang terdiri dari 44 konsonan — tetapi memberikan imbalan berupa tata bahasa yang sangat sederhana hingga terasa hampir terlalu mudah. Tidak ada perubahan bentuk kata kerja (konjugasi), tidak ada bentuk jamak, dan tidak ada gender kata yang harus dihafalkan.
Jadi, jawaban jujurnya adalah bahwa kesulitan bahasa Thailand menumpuk di awal. Bagian yang sulit langsung muncul di hari pertama dan sering kali membuat orang ciut. Bagian yang mudahlah yang membuat Anda terus bertahan begitu Anda berhasil melewatinya.
Berikut adalah apa yang benar-benar sulit, apa yang ternyata sangat mudah, dan berapa lama waktu yang realistis untuk mencapai target Anda.
Bagian yang benar-benar sulit
Bahasa Thailand adalah bahasa bernada (tonal). Satu suku kata mai bisa berarti "tidak" (ไม่), "kayu", "baru", "sutra", atau "terbakar" — satu-satunya perbedaan adalah tinggi rendahnya nada saat Anda mengucapkannya. Salah nada, maka Anda telah mengucapkan kata yang berbeda, bukan sekadar salah pelafalan. Ini adalah bagian pendakian yang paling terjal, dan panduan nada bahasa Thailand kami membahas kelima nada tersebut lengkap dengan audio.
Aksara tulisnya adalah rintangan kedua. Bahasa Thailand memiliki 44 konsonan, rangkaian simbol vokal terpisah yang terletak di atas, bawah, depan, dan belakang konsonan, serta — yang terkenal — tidak ada spasi antar kata. Sebuah kalimat akan terlihat seperti satu pita panjang sampai Anda mempelajari di mana jeda katanya berada.
Ketiga, kosakata bahasa Thailand hampir sepenuhnya asing. Bahasa Thailand memiliki sedikit kesamaan sejarah dengan bahasa Indonesia atau Inggris, sehingga hampir tidak ada kata serapan gratis seperti kata "hotel" atau "taksi" yang memudahkan pembelajar bahasa Spanyol. Sebagian besar kata benar-benar baru.
Jangan biarkan nada suara membuat Anda takut untuk berbicara. Pemula sering kali mengacaukan nada tetapi tetap bisa dipahami dengan baik, karena konteks kalimat sangat membantu. Kata "kuda", "anjing", dan "datang" terdengar hampir identik di telinga pemula, namun tidak ada yang salah paham dalam percakapan nyata. Nada yang sempurna adalah tujuan akhir, bukan syarat untuk mulai berbicara.
Bagian yang tidak pernah diceritakan orang
Sekarang kabar baiknya, dan ini sangat menyenangkan. Tata bahasa Thailand adalah salah satu yang paling sederhana di dunia.
Kata kerja tidak pernah berubah. pai (ไป) berarti pergi, telah pergi, akan pergi, dan sedang pergi — satu bentuk untuk setiap waktu (tenses) dan setiap subjek. Anda menunjukkan waktu dengan menambahkan kata keterangan kecil ("sudah", "besok"), bukan dengan mengubah bentuk kata kerjanya. Tidak ada bentuk jamak, tidak ada kata sandang (seperti the atau a), tidak ada gender tata bahasa, dan tidak ada aturan keselarasan yang membingungkan.
Struktur kalimatnya adalah subjek-predikat-objek, persis seperti bahasa Indonesia, sehingga kalimat "Saya makan nasi" dapat diterjemahkan kata demi kata secara langsung. Selain itu, bahasa Thailand membentuk kosakata baru dari kata-kata yang sudah Anda ketahui, yang membuat belajar bahasa ini terasa seperti permainan logika.
| Bahasa Thailand | Romanisasi | Arti |
|---|---|---|
| น้ำแข็ง | nam khaeng | es (harfiah: "air" + "keras") |
| ไฟฟ้า | fai fa | listrik (harfiah: "api" + "langit") |
| ห้องน้ำ | hong nam | kamar mandi (harfiah: "ruangan" + "air") |
Begitu Anda tahu bahwa nam (น้ำ) berarti air, seluruh rumpun kata baru akan terbuka dengan sendirinya secara gratis.
Jadi, berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Foreign Service Institute (FSI) AS, yang melatih para diplomat Amerika, menempatkan bahasa Thailand dalam kategori bahasa yang lebih sulit dan memperkirakan butuh sekitar 1.100 jam kelas untuk mencapai kefasihan kerja profesional. Angka itu nyata, dan untuk membaca surat kabar serta menegosiasikan kontrak, perkiraan tersebut cukup adil.
Namun, itu bukanlah tujuan Anda, dan tidak seharusnya menjadi tolok ukur Anda. Bahasa Thailand tingkat pelancong — sapaan, angka, makanan, harga, dan obrolan ringan yang ramah — adalah target realistis yang bisa dicapai dalam beberapa minggu, justru karena tata bahasanya tidak menuntut banyak hal dari Anda. Anda hanya menghafal kata dan nada, bukan tabel konjugasi yang rumit.
Apakah Anda perlu mempelajari aksara Thailand?
Untuk sekadar berwisata, tidak perlu. Romanisasi bahasa Thailand sudah cukup untuk membantu Anda membaca menu, naik taksi, dan berbelanja di pasar, dan setiap frasa dalam buku panduan percakapan yang baik selalu ditulis dengan huruf Latin yang familier.
Pelajarilah aksaranya saat Anda mulai serius. Membaca aksara Thailand akan memperbaiki pelafalan Anda dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh romanisasi, karena aksara tersebut sebenarnya menyandikan nada suaranya. Ketika Anda mencapai tahap itu, panduan aksara Thailand kami akan membimbing Anda mulai dari konsonan pertama.
Bagi tugas Anda menjadi dua. Habiskan minggu-minggu pertama Anda untuk berbicara dan mendengarkan menggunakan romanisasi, dan anggap alfabet Thailand sebagai proyek terpisah yang baru Anda mulai setelah Anda familier dengan bunyi-bunyinya. Mencoba melakukan keduanya sekaligus di hari pertama adalah alasan mengapa banyak orang menyerah.
Terus belajar bahasa Thailand
Jadi, apakah bahasa Thailand susah? Nada dan aksaranya memang sulit di awal. Namun, tata bahasanya adalah sebuah anugerah. Manfaatkan kemudahan tata bahasanya, andalkan konteks kalimat, dan biarkan bagian yang sulit mengalir seiring berjalannya waktu. Mulailah dengan kumpulan frasa penting bahasa Thailand dan latih frasa tersebut dengan audio, metode spaced repetition, serta latihan berbicara di aplikasi Pretalk — beberapa menit sehari akan mengubah kata "mustahil" menjadi "ternyata, saya bisa!"