Kata ya dan tidak dalam bahasa Thailand ternyata lebih rumit daripada yang tertulis di buku panduan percakapan biasa. Kata chai (ใช่) untuk "ya" dan mai chai (ไม่ใช่) untuk "tidak" memang ada — tetapi orang Thailand biasanya menjawab pertanyaan dengan mengulang kata kerja dari pertanyaan tersebut. Tanyakan "mau?", maka jawaban "ya" yang alami adalah cukup dengan ao (เอา), "mau."
Jadi, kata chai memang nyata, tetapi maknanya lebih dekat ke "benar sekali" daripada sekadar kata "ya" yang umum. Begitu Anda memahami trik mengulang kata kerja ini, jawaban dalam bahasa Thailand tidak akan terasa membingungkan lagi dan mulai terasa masuk akal.
Chai dan mai chai
Gunakan chai (ใช่) untuk mengonfirmasi bahwa sesuatu itu benar — baik itu fakta, nama, atau identitas. Kebalikannya, mai chai (ไม่ใช่), berarti "bukan itu" atau "salah."
ใช่
chai
Ya / benar sekali
ไม่ใช่
mai chai
Bukan / tidak tepat
"Kamu orang Amerika, kan?" — chai. Namun untuk sebagian besar pertanyaan sehari-hari, bahasa Thailand menggunakan pola yang sama sekali berbeda.
Trik sebenarnya: ulangi kata kerjanya
Bahasa Thailand tidak memiliki satu kata serbaguna untuk "ya." Untuk menyatakan setuju, Anda mengulang kata kerja dari pertanyaan tersebut; untuk menolak, Anda menambahkan kata mai (ไม่), "tidak," di depannya. Jika ditanya ao mai? ("mau?"), maka jawabannya adalah:
เอา
ao
Ya (saya mau / saya ambil)
ไม่เอา
mai ao
Tidak (saya tidak mau)
Pola yang sama berlaku untuk semua situasi. Pai mai? ("pergi?") dijawab dengan pai untuk ya, atau mai pai untuk tidak. Begitu Anda tahu kata kerjanya, Anda sudah tahu cara menjawab ya dan tidak untuk pertanyaan tersebut.
Bisa dan tidak bisa: dai dan mai dai
Satu pasang kata pengulangan ini sangat penting untuk dihafalkan secara khusus, karena bisa menjawab ratusan pertanyaan: dai (ได้), "bisa / boleh," dan mai dai (ไม่ได้), "tidak bisa / tidak boleh."
ได้
dai
Ya, bisa / boleh
ไม่ได้
mai dai
Tidak, tidak bisa / tidak boleh
Kata "ya" yang sopan: krub dan ka
Sering kali, cara paling halus untuk menjawab "ya" adalah dengan hanya mengucapkan partikel kesopanan saja. Seorang pria yang menjawab krub (ครับ) atau seorang wanita yang menjawab ka (ค่ะ) memiliki arti di antara "ya," "he-eh," dan "mengerti" — terdengar ramah dan sangat alami.
Mengajukan pertanyaan ya-atau-tidak
Untuk mengubah suatu pernyataan menjadi pertanyaan ya-atau-tidak, tambahkan partikel mai (ไหม) di akhir kalimat: ao mai? ("mau?"), pai mai? ("pergi?"). Partikel kecil inilah yang memancing jawaban ya atau tidak.
Kata tanya mai (ไหม) ini tidak sama dengan kata penyangkalan mai (ไม่) yang berarti "tidak." Keduanya adalah kata yang berbeda dengan nada yang berbeda pula — partikel tanya menggunakan nada tinggi, sedangkan kata "tidak" menggunakan nada jatuh yang tajam. Ejaan romanisasinya sama, tetapi fungsinya bertolak belakang: yang satu membuka pertanyaan, yang lainnya menyangkal kata kerja. Panduan struktur kalimat bahasa Thailand kami menunjukkan posisi masing-masing kata tersebut.
Menolak dengan sopan
Kata "tidak" yang diucapkan langsung bisa terdengar terlalu kasar, jadi orang Thailand biasanya memperhalusnya. Untuk menolak sesuatu dengan sopan, cobalah ucapkan mai ao khop khun ("tidak, terima kasih") atau ungkapan yang sangat berguna mai pen rai (ไม่เป็นไร), yang dalam konteks ini berarti "tidak apa-apa, saya tidak apa-apa." Anda juga bisa memperhalus koreksi langsung dengan menambahkan partikel kesopanan Anda — mai chai krub atau mai chai ka — sehingga tidak menyinggung perasaan orang yang Anda koreksi. Senyuman ramah akan melengkapi sisanya.
Terus belajar bahasa Thailand
Begitu Anda berhenti mencari satu kata tunggal untuk "ya" dan mulai mengulang kata kerjanya, menjawab dalam bahasa Thailand akan terasa jauh lebih mudah. Latihlah pasangan kata inti ini — chai dan mai chai, ao dan mai ao, dai dan mai dai — dengan latihan audio dan berbicara di aplikasi Pretalk, dan lanjutkan perjalanan belajar Anda dengan frasa penting bahasa Thailand gratis kami agar percakapan nyata tidak lagi membuat Anda bingung.