Thailand berjalan di atas kehangatan, rasa hormat, dan sikap tenang. Hal penting yang boleh dilakukan: tersenyumlah dengan ramah, sapa orang-orang dengan sawasdee (สวัสดี) dan wai (ไหว้), lepaskan sepatu Anda di dalam ruangan, dan berpakaianlah dengan sopan di kuil. Hal penting yang tidak boleh dilakukan: jangan pernah menyentuh kepala orang lain, jangan pernah mengarahkan kaki Anda ke orang lain atau patung Buddha, dan jangan pernah kehilangan kesabaran di depan umum.
Semua ini tidaklah sulit, dan orang Thailand sangat memaklumi kesalahan yang tidak disengaja. Lakukan beberapa hal ini dengan benar dan Anda akan menjelajahi negara ini dengan kenyamanan yang disebut orang Thailand sebagai sabai (สบาย).
Boleh: menyapa dengan hangat dan menggunakan kata-kata sopan
Pelajari dua frasa sebelum Anda mendarat: sawasdee untuk halo dan khop khun (ขอบคุณ) untuk terima kasih. Tambahkan krub (ครับ) jika Anda laki-laki atau ka (ค่ะ) jika Anda perempuan, dan hampir semua yang Anda katakan akan terdengar sopan.
สวัสดีครับ
sawasdee krub
Halo (pembicara laki-laki)
ขอบคุณค่ะ
khop khun ka
Terima kasih (pembicara perempuan)
Senyuman adalah senjata paling ampuh Anda di sini. Senyuman meredakan kebingungan, memperhalus penolakan, dan merupakan respons standar orang Thailand terhadap hampir semua hal. Jika ragu, tersenyumlah terlebih dahulu baru berbicara.
Boleh: berpakaian sopan dan melepaskan sepatu
Di kuil, tutupi bahu dan lutut Anda — ini berlaku untuk semua orang, bukan hanya wanita. Di rumah dan banyak toko kecil serta wisma, carilah tumpukan sepatu di dekat pintu dan letakkan sepatu Anda di sana. Untuk rincian lengkapnya, lihat panduan kami tentang etika kuil Thailand.
Boleh: menghormati monarki dan Buddha
Orang Thailand sangat menyayangi keluarga kerajaan, dan hukum melindungi mereka dengan ketat. Berdirilah dengan tenang saat lagu kebangsaan kerajaan diputar — Anda akan mendengarnya di beberapa bioskop dan stasiun — dan jangan pernah bercanda tentang atau merusak gambar Raja. Patung Buddha juga suci, bukan suvenir atau dekorasi, jadi perlakukanlah dengan hati-hati.
Tidak Boleh: menyentuh kepala atau mengarahkan kaki Anda
Dua aturan ini mengalir dari satu konsep: dalam budaya Thailand, kepala adalah bagian tubuh yang paling tinggi dan paling suci, sedangkan kaki adalah yang paling rendah. Jadi, jangan pernah menepuk atau menyentuh kepala siapa pun, bahkan kepala anak-anak. Dan jangan pernah mengarahkan kaki Anda ke orang lain, patung Buddha, atau potret Raja — lipat kaki Anda ke belakang saat duduk di lantai, dan jangan pernah menggunakan kaki untuk menunjuk atau menyenggol.
Satu lagi: jangan menginjak ambang pintu yang ditinggikan di kuil dan pintu masuk rumah tua. Melangkahlah melewatinya.
Tidak Boleh: kehilangan kesabaran
Meninggikan suara jarang sekali berhasil di Thailand dan biasanya malah berakibat buruk. Kemarahan yang terlihat membuat semua orang kehilangan muka, termasuk Anda, dan orang Thailand sering kali menanggapi orang asing yang berteriak dengan cara diam atau tersenyum kaku. Kualitas yang sangat dihargai di sini adalah jai yen (ใจเย็น), yang berarti "hati yang dingin". Tetap tenang, terus tersenyum, dan masalah biasanya akan mereda. Kebalikannya, jai ron (ใจร้อน), "hati yang panas", adalah hal yang sangat tidak boleh Anda lakukan.
Jika Anda seorang wanita, jangan pernah menyentuh biksu atau menyerahkan sesuatu secara langsung kepadanya — letakkan barang tersebut di bawah, atau berikan melalui seorang pria, dan biksu tersebut akan menggunakan kain untuk menerimanya. Ini adalah aturan dari kode biara, bukan penghinaan pribadi.
Perasaan di balik semua ini: greng jai
Jika ada satu konsep yang menjelaskan sopan santun Thailand, itu adalah greng jai (เกรงใจ) — rasa sungkan yang penuh perhatian untuk tidak membebani orang lain atau membuat mereka tidak nyaman. Inilah sebabnya mengapa orang Thailand menghindari konfrontasi, meremehkan kebutuhan mereka sendiri, dan memperhalus berita buruk. Anda tidak harus menguasainya, tetapi menyadarinya membantu Anda membaca situasi: jika seseorang tampak menahan diri, mereka mungkin sedang menunjukkan sikap greng jai kepada Anda, dan pendekatan yang lembut serta tanpa tekanan akan selalu memberikan hasil yang baik bagi Anda.
Terus belajar bahasa Thailand
Sopan santun yang baik di Thailand sebagian besar adalah tentang kelembutan — senyuman, wai, suara yang tenang, dan beberapa kata yang ramah. Bangun kesopanan sehari-hari yang paling diperhatikan orang Thailand dengan frasa sapaan bahasa Thailand gratis kami, lalu latih cara mengucapkannya dengan audio dan pengulangan berjeda di aplikasi Pretalk. Sawasdee yang hangat membuka hampir setiap pintu.